Seruling Dewata

Home

Sejarah

Sesepuh

Profile

Tapak Suci

Cakra dan Kundalini

Kanda Pat

Yoga Watukaru

72 Jurus Inti

Buku - buku Perguruan

 
"Tiada benda tiada kesalahan, tiada keakuan mencapai kebahagian dan kelepasan "

Kisah Kecil Kebo Iwa

berikut di ambil petikan dari parampara perguruan seruling Dewata, ketika Ki Soma Kepakisan yang datang dari Jawa Dwipa datang ke Bali dengan maksud untuk bertemu dengan Gurunya Ki Hanuraga ( Sesepuh Generasi III , Paiketan Paguron Sulinng Dewata ), berikut seperti di ceritakan.........................

Bertemu dengan Sang Guru , Soma Kepakisan...............

Karena ketidak tahuan dimana letak Gunung Watukaru Secara tepat ataukah ini merupakan sebuah takdir Hyang Widhi,ternyata perjalanan Soma Kepakisan kebablasan melewati,Gunung Watukaru,sampai jauh kebagian timur Bali Dwipa.Disuatu tempat ia bertemu seorang Anak berbadan tinggi besar dan bertenaga Raksasa, luarbiasa kuatnya. Anak ini bernama Kebo Yuwa ( Kebo Iwa),ia sangat disegani Oleh temannya baik anak kecil maupun dewasa Karena ia memiliki tenaga sangat kuat,disamping bertubuh tinggi besar. Dengan kelebihannya,ia sering dan terbiasa memaksakan Kehendak pada orang lain,tapi ia berjiwa Ksatria,jujur,taat pada ucapan. Tidak mau ingkar janji. Soma Kepakisan Melihat Kebo Iwa ini memiliki Bakat luar biasa dalam belajar ilmu olah kanuragan, Kadigjayaan.akhirnya Soma Kepakisan mendekatinya dan ingin mengangkatnya sebagai murid.Namun Kebo Iwa rupanya sombong dan angkuh,ia merasa sudah sangat kuat dan tidakmau Berguru kepada siapapun Soma Kepakisan Akhirnya berpikir,harus menundukkannya Dengan menunjukkan sedikit kehebatan dihadapan kebo Iwa. Pertama Kebo Iwa,sudah biasa menang taruhan tarik tambang meski satu lawan sepuluh dengan temannya.Dan Soma kepakisan Mampu mengalahkannya dengan mudah,yaitu dengan Menyalurkan hawa panas ditali menyebabkan Kebo Iwa tidak kuat menahan Panas dan melepas tali yang dipegangnya Kebo Iwa punya Ayam Jago yang tak pernah kalah Dalam adu ayam,kalau mampu mengalahkan ayamnya Dalam adu ayam ia mau berguru,Soma Kepakisan dapat mengalahkan dengan ayam biasa,tentu saja dengan sedikit kecurangan Melukai ayam Kebo Iwa dengan sentilan jari Sakti sehingga ayam Kebo Iwa Tiba-tiba roboh dan kalah.
Akhirnya Kebo Iwa Menjadi murid Soma Kepakisan, Diajarkan seluruh ilmu yang dimilikinya Mulai dari tingkat dasar sampai tingkat tertinggi.Ilmu keistimewaan Yang disenangi kebo Iwa adalah “ Ajian Belah Batuh” suatu Ilmu untuk memecah benda keras.dan ilmu ini Dilatih dengan lebih tekun dari Ilmu lainnya. Setelah menurunkan Semua ilmunya,akhirnya Soma Kepakisan Memerintahkan agar Kebo Iwa yang sudah mampu Memecahkan batu sungai dengan sekali pukul.Agar ia memecahkan semua Batu yang ada disungai tempat ia berlatih,selanjutnya ia harus Membangun sebuah Pura dari batu yang ia pecahkan Sebagai ujian akhir.dan agar menamakan pura Yang dibangunnya dengan nama Pura Belah Batuh. Dipagi yang cerah.

Bertemu dengan Kakek Guru , Ki Hanuraga ..........
Soma Kepakisan sedang duduk bermeditasi Disebuah batu besar yang ada di suangai,sementara Kebo Iwa,sedang asik memecah batu dengan ajian Belah batuhnya,tiba-tiba Ada bayangan kuning berkelebat,tahu-tahu dihadapan Soma Kepakisan berdiri sesosok tubuh Yang tiada lain Eyang Wungkuk ( Hanuraga) Anakku Soma Kenapa engkau ada disini, Dimana saudaramu Dipa.Soma kepakisan Melihat kehadiran gurunya yang memang sedang dicarinya Merasa sangat senang,lalu segera ia berlutut menyentuh kaki gurunya Yang dinamakan “ Pada Sewanam” sebagai tradisi perguruan. Guru hamba sedang menuju Watukaru mencari Guru,sedangkan Dipa Mengabdikan ilmunya di Wilwantikta ( Kerajaan Majapahit). Soma , aku Baru saja akan pulang dari Pengembaraan sekarang sedang menuju Watukaru di barat sana.ngkau telah salah arah,Watu karu Ada disebelah barat sana.Guru aku akan ikut Guru ke Watukaru agar dapat melayani Guru serta menyempurnakan ilmu yang murid latih. Belum tiba saatnya Engkau datang ke Watukaru, Aku ingin engkau kembali ke Jawa Dwipa Untuk mengawasi dan membimbing Dipa agar tidak merusak Nama perguruan,bila perlu kau bantulah Dipa dalam mencapai cita-citanya aku melihat takdirnya mempersatukan seluruh Nusantara yang akan membuat dirinya dikenang disepanjang jaman serta Mengharumkan trah watukaru dikemudian hari. Soma Kepakisan Memanggil muridnya Wahai anakku Kebo Iwa kemarilah, anak yang berbadan tinggi besar segera datang mendekat dan berlutut dihadapannya.Wahai anakku Guru hanya sampai disini bisa membimbingmu,Guru harus segera pergi ke Tanah Jawa,yang berdiri disebelah ini adalah Guru dari Gurumu, Beliau adalah Kakek Gurumu, tanpa diminta Kebo Iwa segera “ Pada Sewanam” menyentuh Kaki Guru Ki Hanuraga. Ingat tugasmu ,memecahkan batu yang Ada di sungai ini, dan dirikanlah Pura sebagai ujian akhir. Kebo Iwa menjawab Dengan semangat ber api-api Jangan kawatir Guru, tugas yang guru berikan Dalam waktu tidak lama lagi segara pasti bisa aku wujudkan Ingat sesanti Perguruan yang aku ajarkan, jangan berbuat sembarangan yang dapat merusak nama baikmu,nama baik aku sebagai Gurumu Terlebih lagi jangan sampai karena perbuatanmu Merusak nama baik Perguruan. Jika perbuatanmu Sampai merusak perguruan Betapapun aku sayangnya kepadamu,aku tidak Dapat menyelamatkan nyawamu ,jika sampai utusan penegak hukum Pertapaan candra Parwata di watukaru turun menangkap,memunahkan ilmumu atau bahkan membunuhmu. Selanjutnya Guru Ki Hanuraga Mohon Guru berkenan mencapekkan diri menyempurnakan Ilmunya Kebo Iwa sepeninggal hamba melaksanakan Tugas suci yang Guru berikan.........
dari petikan parampara di atas, maka sebenarnya Kebo Iwa adalah murid Ki Soma Kepakisan dan dititipkan kepada Ki hanuraga yang merupakan Guru dari dari Ki soma Kepakisan ...............

     
" Warta perguruan memuat sepenggal kisah Mahapatih Gajahmada , Ki Soma Kepakisan , Patih Kebo Iwa, Mahayogi Sangkara , Filsafat watukaru serta beberapa kegiatan Perguruan "
 
Home|Sejarah|Sesepuh|Profile|Tapak Suci|Cakra dan Kundalini|Kanda Pat|Yoga Watukaru|72 jurus inti|Ilmu Silat Tali Rasa|Walian Sakti|Contact Us|
the official website of Paiketan Paguron Suling Dewata Bali Copyright ©2011 seruling dewata bali, All Rights Reserved