Bahkan Ki Kerta serdiri adalah seorang Yogi Maha Sakti yang berasal dari Jawa, akhirnya sempat mempelajari Taru Pramana , hal ini dilakukannya saat Ki Kerta merasa kewalahan untuk mengatasi penyakit yang berkembang di Bali Dwipa saat kedatangan beliau ke Bali sekitar abad 10 caka tahun ke 13 , sekitar tahun 991 masehi. Ki Kerta sendiri adalah seorang ahli dalam ilmu ketatanegaraan dan ilmu pengobatan . atas saran seorang Yogi Kelana menyarankan agar Ki Kerta pergi ke Puncak Watukaru mohon petunjuk serta meminta saran bagaimana mengatasi penyakit penyakit aneh yang di alami oleh masyarakat Bali Dwipa yang sangat berbeda dengan yang umumnya di jumpai di Jawa Dwipa. akhirnya Ki Kerta di ijinkan oleh sesepuh perguruan untuk mempelajari ilmu pengobatan yang diambil dari Kitab Kalimosadha demi pertimbangan kemanusiaan untuk menyelamatkan masyarakat Bali Dwipa.
Meditasi Pahan Raga :
Di dalam pustaka Jiwa Pramana salah satu dari lima kitab pengobatan Bali Kuno yang merupakan bagian dari Kalimasadha terdapat 36 bentuk meditasi kesehatan diantaranya " Meditasi Pahan Raga " , Meditasi Anupadhatu, Meditasi Sarwa Wigna Winasanam, Meditasi Pasang Angkep Pewaras, Meditasi Bhumi Wilising Pewaras dan Meditasi Akasa Petaking Pewaras, Meditasi Surya Banging Pewaras, Meditasi Telanging Lara, Meditasi Lindu Pretekaning Lara urip , Meditasi Panca Dsa Pitara, Meditasi Tirtayatra, Meditasi Madeg Raga, Meditasi Purna Raga, dan lain sebagainya ( informasi selanjutnya silahkan hubungi Pesraman Perguruan agar mendapar tuntunan dan penjelasan lebih details ). dalam kesempatan ini kita bahas Meditasi Pahan Raga yang inti sarinya adalah sebagai berikut :
Pikiran adalah kekuatan yang luar biasa yang pada manusia, tergantung kemampuan manusia untuk mengendalikan dan mengarahkan pikiran untuk hal yang diutamakan. dalam meditasi Pahan Raga kita dilatih memusatkan pikiran pada " Pahan Raga " atau bagian bagian tubuh tubuh manusia seperti kepala - leher - bahu - lengan-dada-perut dan lain sebagainya. jarang sekali kita mengarahkan pikiran kita kedalam untuk badan atau raga manusia, padahal sesungguhnya bagian bagian tubuh manusia sangat mengharapkan perhatian dari pikiran kita bagaikan tanaman mengharapkan sinar matahari dan turunya hujan. dengan meditasi Pahan Raga manusia dilatih mengarahkan pikiran kedalam dirinya sendiri dan dalam meditasi ini kita menyediakan waktu yang cukup untuk memberikan kesempatan pada pikiran untuk mengarahkan pemusatan pikirannya pada bagian bagian tubuh ( Pahan Raga ), dengan diberikan pemusatan pikiran yang cukup tubuh manusia akan merasakan kesegaran yang luar biasa bagaikan tumbuhan mendapatkan siraman air di musim kemarau dan bagaikan tumbuhan mengharapkan munculnya mentari di pagi hari setelah mengalami kegelapan selama semalam. dengan melakukan meditasi Pahan Raga secara teratur setiap hari, maka seluruh tubuh manusia akan merasakan ketenangan dan kesegaran yang luar biasa. dalam melakukan meditasi diperlukan tata urutan yang selanjutnya dibimbing dan Sesepuh Perguruan atau pelatih yang di tunjuk agar mendapatkan hasil yang maksimal.