Ilmu Tenaga Dalam

Ilmu tenaga dalam dilatih melalui pengaturan napas serta penyaluran ke bagian tubuh tertentu sehingga dapat membangkitkan tenaga yang Maha Dahsyat , seperti beberapa contoh Ilmu Tenaga Dalam yaitu Ilmu Tenaga Dalam Bunga Teratai, Ilmu Tenaga Sakti Bhumi dan Langit, Ilmu Sakti Surya Kencana . sedikit tentang Tenaga Sakti Bunga Teratai, adalah merupakan rahasia tehnik menghimpun tenaga dalam. Tenaga Sakti Bunga adalah merupakan dasar tenaga dalam dari Perguruan Silat Seruling Dewata, tanpa mempelajari Tenaga Sakti Bunga Teratai, maka tidak akan bisa menguasai ilmu tenaga dalam yang lebih tinggi dari Perguruan Seruling Dewata. Tenaga Sakti Bunga Teratai terdiri dari 8 ( delapan ) tahap latihan. Tenaga Sakti Bunga Teratai merupakan latihan menghimpun dan menggabungkan tiga kekuatan utama yaitu : Kekuatan Tuhan ( Sang Pencibta ) , kekuatan alam, dan kekuatan manusia.bila kita melakukannya dengan tekun dan benar, maka kita akan memiliki tenaga yang jauh lebih besar dari tenaga manusia biasa yang dibawa sejak lahir , juga disertai kekuatan alam dan kekuatan tenaga dari Tuhan yang kita himpun, hisap secara perlahan dikala kita melakukan semadhi sehingga kekuatan kekuatan tersebut terserap kedalam tubuh kita dan menyatu dengan kekuatan yang kita bawa sejak lahir.kekuatan Tuhan akan meresap kedalam tubuh kita melalui ubun-ubun sewaktu kita menghirup napas , sedangkan kekuatan alam akan meresap kedalam tubuh kita melalui pori-pori kulit kita, sementara tenaga atau kekuatan sejati kita yang kita bawa sejak lahir yang dinamakan Bayu Sejati bisanya masih tersembunyi dalam diri kita. ada tiga hal yang perlu kita perhatikan dalam melakukan latihan Tenaga Sakti Bunga Teratai supaya berhasil , 1. kesadaran dan keyakinan akan adanya 3 kekuatan utama dan kita harus memasukan dalam konsentrasi saat latihan . 2. kesabaran , keuletan dan ketekunan dalam berlatih . 3 Napas atau Pernapasan , napas yang dipakai saat latihan Tenaga Sakti Sakti Teratai adalah Napas Sejati , yaitu napas yang tidak menerbitkan suara, lancar keluar masuknya , beruntun dengan halus dan teratur , hingga terasa bagai ada dan tiada. ( di kutip dari Buku Pustaka Seruling Dewata )